Hai semua,
welcome to my Blog
tanpa cap cip cus lagi saya langsung to the point ke inti dari tulisan ini...
Saya bergabung dengan menjadi Community Writter pada bulan Juli 2018 tersebut. Yah, bisa dikatakan masih newbie lah. Selama 2 bulan pertama saya menjadi penulis lepas di IDNTimes, kesan pertama saya adalah sangat mudah menulis artikel di platform ini, TAPI, tentu setiap pengalaman orang berbeda-beda, ini haya pengalaman saya saja gak bisa disamakan sama yang lain. Bagi saya untuk menerbitkan artikel ke IDNTimes tidak sesulit menembus tulisan di platform lain. Sebab selama memutuskan bergabung sampai akhir bulan Agustus, saya belum pernah mengalami penolakan artikel, Hehe. gak bermaksud sombong ya guys.
Tapi memasuki Bulan Oktober 2018 disitulah terjal-terjal dalam dunia tulis menulis sudah mulai kurasakan. Dibulan Oktober ini jumlah artikel saya yang tidak diterbitkan lebih banyak dibanding yang diterbitkan, gak usah saya sebutkan ya jumlahnya, hehe. Saya juga termasuk newbie yang rutin mengirim tulisan ke IDNTimes. Ini hanya sekedar curhat saja. Saya juga belum pernah menulis pengalaman menulis saya sebelumnya di Blog ini. Tapi begitulah tantangan sebagai seorang penulis lepas. Saya bisa memaklumi.
Hanya saja sebelumnya saya malah heran kalau tidak ada yang ditolak. hehe
Saya lebih banyak menulis artikel kategori 'Life' dibanding yang lain. Dan dikategori itu saya pantau juga sudah mulai sedikit artikel yang dipublish oleh community writter. Setiap saya baca artikel dari kategori tersebut, penyumbang artikel lebih banyak dari para editor atau mereka yang sudah verified. Tapi saya akui, jumlah pembaca saya makin hari makin mengalami penurunan dibanding diawal-awal. Atau mungkin teman-teman juga mengalami hal serupa? makanya ada pertimbangan bagi para editor buat lebih selektif lagi dalam menerbitkan artikel di IDNTimes.
Oia, ini kumpulan tulisanku di IDNTimes
Oia, ini kumpulan tulisanku di IDNTimes
Comments
Post a Comment