Gak Selalu Negatif, Ternyata Ini Sisi Positif dari Gosip

Gak Selalu Negatif, Ternyata Ini Sisi Positif dari Gosip
Gosip
Selama ini gosip lebih sering di identikan sebagai suatu kegiatan yang negatif. Yah, memang benar, kegiatan yang notabenenya unfaedah ini akan selalu mengusik kehidupan banyak orang, gak jarang  kalau akhirnya dapat memicu pertengkaran antar kelompok atau antar kedua belah pihak. 

Meski begitu, ternyata gosip ini benar-benar sebuah kebiasaan buruk yang sangat sukar dihilangkan, sebab begitu sangat dinikmati bagi para pelaku gosip yang kebanyakan didominasi oleh kaum hawa ini karena mampu menimbulkan rasa penasaran bagi banyak orang meski bahasannya sendiri sudah mencakup ranah pribadi,  mencampur tangani dan mencari-cari kekurangan pada diri orang lain. 

Pastinya diawal-awal kita semua akan merasa terganggu dan baper dong akan hal ini, meski seiring berjalannya waktu, kita bisa bersikap lebih cuek pada komentar negatif yang ditujukan pada kita dan lambat laun memilih untuk membiarkan mereka menabung dosanya masing-masing sehingga kita bisa lebih legawa menerima transfer pahala dari mereka untuk dirimu. 

Namun, meski gosip itu suatu perbuatan negatif, pernahkan sejenak kamu merenung dan berfikir bahwa segala hal yang terjadi pada diri kita tentu terkandung maksud dan makna didalamnya, kadang ada pesan kehidupan yang ingin disampaikan kekita, meski dengan cara yang tak mengenakan seperti ini. 

Karena kehidupan ini akan selalu mengajarkan kita untuk belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, mau mengambil hikmah serta mau membuat perubahan untuk diri kita, tanpa selalu mengikuti ego pribadi.

Lalu apa saja dampak positif dari gosip pada kehidupan kita, yuk dibahas.

1. Sebagai intropeksi diri

Kadang gosip itu gak selalu lahir dari rasa iri, dengki dan benci. Namun bisa saja gosip itu lahir dari sifat dan perbuatan kita sendiri. Pernahkah kamu mencoba menyadarinya. Saya rasa kamu tentu sadar  akan hal ini, tapi kadang sifat manusia memang sulit untuk mengakui kesalahan-kesalahannya dan selalu mencari kebenaran diri sendiri.

Disini saya gak bermaksud membela situkang gosip, tapi mencoba mempertimbangkan sesuatu dari dua sisi yang berbeda. Meski memang diakui bahwa gosip itu 70% lahir karena dorongan nafsu pribadi karena ketidaksukaan mereka pada kita, namun disini saya sedang membahas dari 30% nya yaitu hukum sebab akibat dimana semua kejadian dikembalikan pada diri sendiri.

Gak ada salahnya, jika segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, kita coba renungkan kembali dan coba intropeksi diri. Mungkin dengan cara begini lah Tuhan ingin menegurmu, merubah kebiasaan jelekmu, menurunkan egomu dan menjadikanmu pribadi yang lebih baik dari dahulu. Gosip itu memang memberi kesan buruk, namun bisa memberi dampak baik kediri kita jika kita mau intropeksi diri, dan perlahan kamu coba untuk merubah hal-hal yang selama ini kurang baik di dirimu.

Meski di akui bahwa gosip itu gak akan berhenti sampai disitu saja dan masih akan berlanjut dengan cerita-cerita baru lagi, Tapi percayalah, dari pengalaman tersebut akan kembali mengajarkanmu sebuah pelajaran baru. Contohnya seperti melatih kesabaran, melatih rasa ikhlas, dan memperkuat mentalmu.

Karena gak ada kehidupan manusia zaman sekarang ini yang bisa menjaminmu terhindar dari gosip. Daripada melihat perubahan pada diri orang lain, Manusia akan lebih tertarik untuk mencari-cari kesalahan pada diri orang lain.

Namun ya itu tadi, selalu ambil pelajaran darinya. Dan coba mulai intropeksi diri dan mulai tanamkam fikiran positif pada diri sendiri dan juga pada orang lain. Karena fikiran positif tanpa kamu sadari akan memberi dampak baik juga dalam hidupmu.

Karena gosip adalah siklus kehidupan yang gak ada habis-habisnya. Maka dari itu,  kita perlu memperkokoh hati agar tak mudah goyah.

Next sisi positif Dari gosip yang ke 2,


2. Agar dirimu gak bertindak diluar batas norma/etika atau melakukan segala hal sesuka hati. 

Kalau hal ini lebih sering terjadi karena mungkin selama ini gak ada yang berusaha untuk menegurmu atau sekedar mengingatkanmu secara langsung, jadi gosip itu dihadirkan untukmu agar sejenak kamu mau berfikir  dan merenung, apa yang salah pada dirimu sehingga orang memandangmu beda dan perlahan mulai menjauhimu.

Bisa saja gosip itu muncul karena beberapa kemungkinan, contohnya seperti, kamu bermuka dua (lain didepan lain dibelakang), senang mengadu domba sesama, suka seenaknya sama orang lain,  suka memaksakan kehendak diri, egois, suka mengambil hak milik orang lain dan sebagainya.

Namun akan berbeda lagi kalau ego sudah menyelimutimu, yang ada kamu akan selalu menyalahkan orang lain jika sudah mendapat perlakuan gak mengenakan tanpa berkaca terlebih dahulu pada diri sendiri, karena sudah sifat manusia gak ada yang mau disalahkan atas sesuatu, atau sedikit saja mau menyadari bahwa bisa jadi itu merupakan karma yang kamu dapat dari apa yang selama ini kamu perbuat.

Lagi pula, gak selamanya gosip itu lahir tanpa didasari alasan yang gak jelas. Kadang karena gak enak saja menyampaikannya secara langsung kepadamu, jadi mereka memilih dengan cara bergunjing dibelakangmu dan perlahan menunjukan sikap cuek padamu.

Mungkin terkesan pengecut karena gak blak-blakan menyatakannya secara langsung dihadapan mu, namun kadang dengan cara halus seperti itu bisa mengindikasikan mereka masih menghargaimu karena terbawa rasa gak enak untuk nyablak langsung didepanmu. Memang, awalnya menuntut kepekaan untuk bisa paham tak lama kamu akan menyadari sendiri kok penyebabnya. Kalau kamu mau saja sejenak merenung tentang dirimu dan mau intropeksi diri.

Kadang gosip itu dihadirkan dalam hidupmu sebagai jalan untuk mengingatkanmu atas segala perilaku-perilakumu. 


Berikut diatas merupakan sebuah ulasan yang ditulis dari sudut pandang pribadi, bukan dari sudut pandang yang bersifat umum. Jadi maafkan jika ada yang kurang berkenan dari tulisan ini. Terima kasih telah membaca.

Mau sependapat atau tidak, itu kembali kediri masing-masing sebagai pelakon kehidupan. Karena tiap orang menjalani kehidupan dengan alur cerita yang berbeda-beda. Tentu perbedaan pendapat itu akan selalu ada.

Salam damai semuanya :)


Comments