![]() |
| millennials |
Semenjak ramai dikenalkan di banyak situs media online, istilah generasi millennials tentunya sudah gak terdengar asing lagi ditelinga kita. Meski belum semua orang paham dengan istilah tersebut dan gambarannya secara luas, nyatanya istilah millennials itu sendiri sudah menjadi perbincangan pada percakapan sehari-hari.
Tentunya kalau kita seseorang yang aktif disosial media, kemungkinan besar tahu dong ciri khas dari generasi millennials itu sendiri seperti apa. Dan saya yakin yang membaca tulisan saya ini didominasi oleh para millennials, termasuk saya sendiri, Hehehe.
Seperti yang kebanyakan dari kita tahu generasi millennials atau juga dikenal sebagai generasi Y itu sendiri adalah generasi yang lahir pada rentang 1980 sampai 2000, ringkasnya saja millennials dikenal sebagai generasi yang melek teknologi karena mereka terlahir diera teknologi sudah mulai dikenal banyak orang dan seiring perkembangan, generasi ini menjadi sosok yang lebih sering aktif dan senang menghabiskan waktu di media sosial.
Sebagai pengguna aktif media sosial yang memiliki beraneka ragam pertemanan dari berbagai penjuru, setiap saat kita akan selalu menyimak beraneka ragam post yang dibagikan oleh orang-orang dunia maya, tentu akan ada curahan hati unik yang kita simak setiap harinya entah ungkapan kebahagiaan, keluhan, tentang aktivitas sehari-hari atau kekecewaan sampai menimbulkan baper.
Namun kali ini saya akan membahas hal-hal sepele yang kadang bisa bikin anak millennials baper, alias bawa perasaan dalam bermain media sosial.
Apa saja kira-kira? Hehe, Berikut 5 hal receh yang bisa bikin millenias baper.
1. Mendapat sedikit like di akun media sosialnya
Ternyata penyebab baper gak selalu identik pada hal-hal yang kerap terjadi di dunia nyata saja, namun di dunia maya juga lho.
Salah satunya ketika mendapat sedikit like disetiap postingan yang ia unggah di akun media sosialnya, yang gak jarang menimbulkan rasa baper bagi sipemilik akun tersebut, dan akhirnya membagikan status kekecewaannya itu, bahkan ada yang isinya gak segan-segan akan menghapus pertemanan bagi yang tidak memberi like balik.
Pasti kesal banget ya 😅 biasanya sih ini ungkapan kekecewaan dari para likers yang selalu berpartisipasi menebarkan jempol pada setiap post yang dibagikan dari lingkup pertemanannya.
Rasanya tak terbalas, pasti kecewa dan merasa sia-sia banget ya. Hmm, rasanya..... hanya mereka yang tahu. Ups, yang sabar yo 😊
2. Menjadi korban unfollow di akun sosial media terutama Instagram
Ketika bangun tidur dipagi hari lalu mengecek akun sosial media terutama instagram dan sadar bahwa saat itu followersnya berkurang satu, gak jarang di awal-awal si pemilik akun tersebut akan menjadi baper. Biasanya ini banyak dirasakan para cewek-cewek zaman now. Ada perasaan bahwa eksistensi dan kenarsismean mereka sudah tidak menarik dan dianggap lagi.
Gak jarang, hal demikian juga akan tercurahkan diakun sosial media lainnya seperti facebook atau twitter untuk sekedar menunjukan kekecewaannya.
Meski begitu, lama kelamaan mereka akan menjadi terbiasa dan cuek. Dan merasa bahwa hal itu biasa dan mereka bukan lah satu-satunya yang pernah mengalami.
3. Ketika melihat orang membagikan post sedang asyik liburan sedangkan diri sendiri disibukan dengan aktivitas rutinan setiap harinya.
Risiko orang yang memiliki banyak akun media sosial selain yang disebut pada dua point diatas adalah harus bisa legowo ketika melihat orang lain sedang membagikan post sedang menikmati momen liburannya, sedangkan diri sendiri setiap hari selalu disibukan pada aktivitas yang tak berkesudahan.
Tentu dalam hati sebagian dari millenials dan juga sebagian kecil generasi x ada kecemburuan sosial yang dipendam sendiri, alhasil menimbulkan baper sendiri. Dan saya rasa hal ini banyak sekali dirasakan oleh para millennials dan juga generasi X masa kini.
Namun ada baiknya jika kita bisa mengambil hal positif dari apa yang kita lihat dari orang lain, bisa jadi mereka juga sama denganmu yang sehari-harinya selalu disibukan dengan rutinitas, dan saat itu memang momen yang tepat untuknya menikmati momen liburnya sebagai reward. Jadikan itu motivasi untukmu, agar setelah kesibukanmu berakhir dan tabunganmu cukup, kamu bisa merencanakan liburanmu juga.
4. Baper ketika melihat unggahan foto teman-temanmu yang masing-masing sudah memiliki pasangan dan membagikan momen-momen indahnya, sedangkan kamu masih setia pada kejombloanmu.
Hehe, mungkin point ini kebanyakan bapernya lebih tersirat dan tak ditampakan terutama kaum adam. Gak jarang ada juga sebagian dari mereka yang menuliskan status galau ingin juga memiliki pendamping agar bisa menyemangati hari-harinya.
Namun jika kamu masih muda, baiknya gak usah dulu memikirkan untuk bisa mendapat pasangan, kamu juga tidak tahu apakah kedepannya pasangan dari teman-temanmu itu tipe yang akan selalu mendukung mereka atau justru akan mempersulit diri mereka. Lagi pula hal tersebut juga bukan lah suatu ajang perlombaan, jangan merasa kalah dari temanmu, tiap orang jodohnya juga sudah ditentukan. Jadi fokus saja pada pencapaian-pencapaian yang ingin kamu raih, toh kalau kamu sukses wanita sendiri yang akan mendekat :)
5. Baper ketika membaca artikel/tautan berita tentang isu-isu sosial yang tidak sependapat denganmu.
Wah, sepertinya kalau hal ini sudah cukup familiar sekali terjadi dan sudah menjadi pemandangan umum di dunia maya Indonesia. Cekcok karena tidak satu pandangan dan pilihan gak jarang berujung pada saling serang, bully dikolom komentar, dimana kata-kata kasar seolah tidak terfilter lagi dan makin kisini semakin menunjukan bagaimana kualitas bangsa ini, yang ternyata masih belum bisa menerima perbedaan pendapat dan masih mengedepankan ego masing-masing yaitu merasa pendapat pribadi adalah yang paling benar dari yang lain, hehe *jangan tersinggung ya*.
Namun hal demikian juga tidak sepenuhnya menjadi salah nitizen, peran media juga memberi pengaruh dan andil besar dalam menyajikan isi dari konten-konten mereka. Banyak juga media yang secara sengaja membuat artikel kontradiktif, yang akhirnya memicu war nitizen indonesia demi meraih tujuannya atau mencari keuntungan semata.
Jadi, mulai sekarang kudu lebih jeli lagi ya guys dalam memilah-milah berita dan jangan mudah terpancing atau latah terhadap sesuatu yang baru kita simak.
Berikut tadi adalah 5 ulasan yang bisa bikin millennials baper dalam bermain media sosial, namun semua hanyalah pendapat pribadi dan jangan ada yang tersinggung ya guys. Ulasan ini saya rangkum berdasarkan apa yang pernah saya perhatikan dari individu masing-masing pada pertemanan di akun media sosial saya, hehe.
Terima kasih sudah mampir dan membaca :)
Seperti yang kebanyakan dari kita tahu generasi millennials atau juga dikenal sebagai generasi Y itu sendiri adalah generasi yang lahir pada rentang 1980 sampai 2000, ringkasnya saja millennials dikenal sebagai generasi yang melek teknologi karena mereka terlahir diera teknologi sudah mulai dikenal banyak orang dan seiring perkembangan, generasi ini menjadi sosok yang lebih sering aktif dan senang menghabiskan waktu di media sosial.
Sebagai pengguna aktif media sosial yang memiliki beraneka ragam pertemanan dari berbagai penjuru, setiap saat kita akan selalu menyimak beraneka ragam post yang dibagikan oleh orang-orang dunia maya, tentu akan ada curahan hati unik yang kita simak setiap harinya entah ungkapan kebahagiaan, keluhan, tentang aktivitas sehari-hari atau kekecewaan sampai menimbulkan baper.
Namun kali ini saya akan membahas hal-hal sepele yang kadang bisa bikin anak millennials baper, alias bawa perasaan dalam bermain media sosial.
Apa saja kira-kira? Hehe, Berikut 5 hal receh yang bisa bikin millenias baper.
![]() |
| Are you one of those millennials? |
1. Mendapat sedikit like di akun media sosialnya
Ternyata penyebab baper gak selalu identik pada hal-hal yang kerap terjadi di dunia nyata saja, namun di dunia maya juga lho.
Salah satunya ketika mendapat sedikit like disetiap postingan yang ia unggah di akun media sosialnya, yang gak jarang menimbulkan rasa baper bagi sipemilik akun tersebut, dan akhirnya membagikan status kekecewaannya itu, bahkan ada yang isinya gak segan-segan akan menghapus pertemanan bagi yang tidak memberi like balik.
Pasti kesal banget ya 😅 biasanya sih ini ungkapan kekecewaan dari para likers yang selalu berpartisipasi menebarkan jempol pada setiap post yang dibagikan dari lingkup pertemanannya.
Rasanya tak terbalas, pasti kecewa dan merasa sia-sia banget ya. Hmm, rasanya..... hanya mereka yang tahu. Ups, yang sabar yo 😊
2. Menjadi korban unfollow di akun sosial media terutama Instagram
Ketika bangun tidur dipagi hari lalu mengecek akun sosial media terutama instagram dan sadar bahwa saat itu followersnya berkurang satu, gak jarang di awal-awal si pemilik akun tersebut akan menjadi baper. Biasanya ini banyak dirasakan para cewek-cewek zaman now. Ada perasaan bahwa eksistensi dan kenarsismean mereka sudah tidak menarik dan dianggap lagi.
Gak jarang, hal demikian juga akan tercurahkan diakun sosial media lainnya seperti facebook atau twitter untuk sekedar menunjukan kekecewaannya.
Meski begitu, lama kelamaan mereka akan menjadi terbiasa dan cuek. Dan merasa bahwa hal itu biasa dan mereka bukan lah satu-satunya yang pernah mengalami.
3. Ketika melihat orang membagikan post sedang asyik liburan sedangkan diri sendiri disibukan dengan aktivitas rutinan setiap harinya.
Risiko orang yang memiliki banyak akun media sosial selain yang disebut pada dua point diatas adalah harus bisa legowo ketika melihat orang lain sedang membagikan post sedang menikmati momen liburannya, sedangkan diri sendiri setiap hari selalu disibukan pada aktivitas yang tak berkesudahan.
Tentu dalam hati sebagian dari millenials dan juga sebagian kecil generasi x ada kecemburuan sosial yang dipendam sendiri, alhasil menimbulkan baper sendiri. Dan saya rasa hal ini banyak sekali dirasakan oleh para millennials dan juga generasi X masa kini.
Namun ada baiknya jika kita bisa mengambil hal positif dari apa yang kita lihat dari orang lain, bisa jadi mereka juga sama denganmu yang sehari-harinya selalu disibukan dengan rutinitas, dan saat itu memang momen yang tepat untuknya menikmati momen liburnya sebagai reward. Jadikan itu motivasi untukmu, agar setelah kesibukanmu berakhir dan tabunganmu cukup, kamu bisa merencanakan liburanmu juga.
4. Baper ketika melihat unggahan foto teman-temanmu yang masing-masing sudah memiliki pasangan dan membagikan momen-momen indahnya, sedangkan kamu masih setia pada kejombloanmu.
Hehe, mungkin point ini kebanyakan bapernya lebih tersirat dan tak ditampakan terutama kaum adam. Gak jarang ada juga sebagian dari mereka yang menuliskan status galau ingin juga memiliki pendamping agar bisa menyemangati hari-harinya.
Namun jika kamu masih muda, baiknya gak usah dulu memikirkan untuk bisa mendapat pasangan, kamu juga tidak tahu apakah kedepannya pasangan dari teman-temanmu itu tipe yang akan selalu mendukung mereka atau justru akan mempersulit diri mereka. Lagi pula hal tersebut juga bukan lah suatu ajang perlombaan, jangan merasa kalah dari temanmu, tiap orang jodohnya juga sudah ditentukan. Jadi fokus saja pada pencapaian-pencapaian yang ingin kamu raih, toh kalau kamu sukses wanita sendiri yang akan mendekat :)
5. Baper ketika membaca artikel/tautan berita tentang isu-isu sosial yang tidak sependapat denganmu.
Wah, sepertinya kalau hal ini sudah cukup familiar sekali terjadi dan sudah menjadi pemandangan umum di dunia maya Indonesia. Cekcok karena tidak satu pandangan dan pilihan gak jarang berujung pada saling serang, bully dikolom komentar, dimana kata-kata kasar seolah tidak terfilter lagi dan makin kisini semakin menunjukan bagaimana kualitas bangsa ini, yang ternyata masih belum bisa menerima perbedaan pendapat dan masih mengedepankan ego masing-masing yaitu merasa pendapat pribadi adalah yang paling benar dari yang lain, hehe *jangan tersinggung ya*.
Namun hal demikian juga tidak sepenuhnya menjadi salah nitizen, peran media juga memberi pengaruh dan andil besar dalam menyajikan isi dari konten-konten mereka. Banyak juga media yang secara sengaja membuat artikel kontradiktif, yang akhirnya memicu war nitizen indonesia demi meraih tujuannya atau mencari keuntungan semata.
Jadi, mulai sekarang kudu lebih jeli lagi ya guys dalam memilah-milah berita dan jangan mudah terpancing atau latah terhadap sesuatu yang baru kita simak.
Berikut tadi adalah 5 ulasan yang bisa bikin millennials baper dalam bermain media sosial, namun semua hanyalah pendapat pribadi dan jangan ada yang tersinggung ya guys. Ulasan ini saya rangkum berdasarkan apa yang pernah saya perhatikan dari individu masing-masing pada pertemanan di akun media sosial saya, hehe.
Terima kasih sudah mampir dan membaca :)


tks dan salam kenal,
ReplyDeletehttps://www.cekaja.com/small-business-banking