Jangan Berharap Orang Lain Akan Memahami dan Mengerti Isi Kepala Kita - Diari Dewinner93


Tulisan ini adalah tulisan yang mengalir aja dikepalaku jadi aku akan tulis dengan gaya bahasa yang santai. Sekarang-sekarang ini aku lagi pengen nulis apa yang mendadak terlintas dikepalaku karena setiap hari aku banyak menghabiskan waktu dengan merenung dan larut dengan pemikiran random sendiri, aktivitasku juga gak sesibuk orang-orang makanya daripada molet-molet gak jelas dikamar sambil pikiran jalan kemana-mana, jadi aku buat blog sebagai tempat nuangin apa-apa aja yang lagi terlintas dikepalaku dan juga pengen sedikit berbagi pikiran dengan kalian, apakah yang ada dalam pikiranku sama juga seperti apa yang kalian pikirkan. Dulu aku membiarkan pemikiranku ini lewat dan terbawa angin gitu aja, sekarang aku mau mendokumentasikannya dalam bentuk tulisan, biar kelak bisa aku baca-baca sendiri juga dalam kurun waktu yang lama, hehehe aduh.. basa-basinya jadi kepanjangan….. kali ini aku mau membahas sesuatu enteng dulu, yang deket dengan hidup kita, temanya…..

https://pixabay.com/en/thought-idea-innovation-imagination-2123970/
Pikiran


“Jangan Berharap Orang Lain Akan Memahami dan Mengerti Isi Kepala Kita”

https://pixabay.com/en/girl-sad-portrait-face-woman-2961959/
Harapan Kosong

Opening dulu…

Manusia sejatinya diciptakan dengan berbagai macam karakter yang berbeda-beda satu sama lain. Karakter heterogen ini lah yang menjadikan setiap manusia itu unik karena tiap orang punya ciri khasnya masing-masing. Termasuk pola pikir berbeda, sudut pandang berbeda, gaya hidup berbeda, cara menyikapi sesuatu berbeda, kebiasaan sehari-hari berbeda dll. 


Karena sejak awal aja sudah banyak yang berbeda, itu lah salah satu alasan kenapa akhirnya sering terjadi konflik satu sama lain, gak lain karena ada yang gak satu pandangan dengan kita. Masih banyak orang yang belum bisa menoleransi perbedaan. Toh, kita juga gak bisa kan memaksakan agar orang lain sepaham dengan apa yang kita pikirkan karena itu HAM masing-masing orang dalam berpendapat asal gak diperpanjang dan dijadikan sebagai masalah besar. Bersikap menghargai aja lah, Habis slek-slek kecil ya udah kelar. Cukup tau aja, ternyata kalo cara padang dia begini ya.. begitu ya.. gitu lho!

Meski aku tau, paling ya juga nyimpen dongkol dihati. hehehe...

https://pixabay.com/en/animal-ape-black-clever-face-17474/
:)


Pernah gak kalian memperhatikan bagaimana cara orang yang kita ajak bicara merespon setiap perkataan yang kamu ucapkan?

Ada yang nampak seolah menyimak dengan baik dan serius tapi, ………..

1.       pikirannya sendiri juga lagi melayang entah kemana
2.       Fokusnya sibuk ke-HP
3.       Gak tau caranya merespon balik
4.       Cuma iya iya aja karena menghormati yang diajak bicara meski dalam hatinya sendiri ada penolakan
5.       Cuma manggut-manggut aja kagak ngerti deh orang itu betul2 dengerin or kagak
6.       Rasa-rasa dicuekin karena gak kasih reaksi apa2 cuma diem aja,
7.       Gak “ngeh”, atau gak bisa betul-betul menangkep point-point yang kita singgung
8.       Menyela dan menyalahkan cara pandang kita, ini nih yang bikin kezel bgtz..

https://pixabay.com/en/window-view-sitting-indoors-girl-1081788/
Uneg-uneg perempuan

aku sebagai perempuan mungkin kodratnya sama kali ya kayak perempuan-perempuan lainnya, gak bisa selamanya mendam sesuatu seorang diri berlama-lama pasti pengen juga diceritain, berbagi uneg-uneg lah, namun gak semua orang yang kita ajak berbagi cerita itu benar-benar bisa menangkap sinyal emosi yang sama sesuai apa yang kita rasakan saat itu, bahkan orang tua atau pacar pun gak akan pernah tau bagaimana cara kita dalam melihat dan memandang sesuatu dan itu aku rasa sih lumrah ya dan sebaiknya kita bisa memaklumi hal ini. Gak ada orang yang bener-bener bisa merasakan apa yang kita rasakan selama mereka gak terlibat pada emosi yang sama, gak mudah loh untuk bisa membaca apa isi kepala orang karena gak semua orang terlahir indigo atau berlatar psikolog heheeee. Setidaknya ada yang mau dengarkan aja kita sudah syukur, seenggaknya bisa buat kita sedikit plong lah, jadi Maklumi aja :)


Tapi sejujur-jujurnya sih aku juga bukan tipe orang yang gampang curhat ya keorang-orang terdekat, gak sembarang orang yang aku mau ajak berbagi cerita. Dalam hidup aku lebih banyak menempati posisi sebagai pendengar sih, aku berusaha untuk menjadi pendengar yang baik meski pun masih banyak kekurangan  

Cerita ini di ilhami dari hasil pengamatku melihat cara orang-orang disekitarku dalam bersosialisasi.

https://pixabay.com/en/female-diary-journal-write-865110/
thats my opinion


Kesimpulannya adalah,
Cara berfikir dan cara tiap orang dalam memandang sesuatu itu gak ada yang sama. Bagaimana pun kita gak bisa memaksakan orang lain untuk peka dan memahami serta mengerti 100% isi kepala kita karena itu KONYOL. Jangan terlalu berekpektasi pada orang lain guys, kadang tetap ada batasan-batasannya. Karena kalo hidup semua orang pikirannya seragam maka dunia ini akan monoton dan gak ada cerita guys. hahaha...

Comments