Tulisan ini adalah tulisan yang
mengalir aja dikepalaku jadi aku akan tulis dengan gaya bahasa yang santai. Sekarang-sekarang ini aku lagi
pengen nulis apa yang mendadak terlintas dikepalaku karena setiap hari aku banyak
menghabiskan waktu dengan merenung dan larut dengan pemikiran random sendiri,
aktivitasku juga gak sesibuk orang-orang makanya daripada molet-molet gak jelas
dikamar sambil pikiran jalan kemana-mana, jadi aku buat blog sebagai tempat nuangin
apa-apa aja yang lagi terlintas dikepalaku dan juga pengen sedikit berbagi
pikiran dengan kalian, apakah yang ada dalam pikiranku sama juga seperti apa
yang kalian pikirkan. Dulu aku membiarkan pemikiranku ini lewat dan terbawa angin
gitu aja, sekarang aku mau mendokumentasikannya dalam bentuk tulisan, biar
kelak bisa aku baca-baca sendiri juga dalam kurun waktu yang lama, hehehe aduh..
basa-basinya jadi kepanjangan….. kali ini aku mau membahas sesuatu enteng dulu,
yang deket dengan hidup kita, temanya…..
![]() |
| Pikiran |
“Jangan Berharap Orang Lain Akan Memahami dan Mengerti Isi Kepala Kita”
![]() |
| Harapan Kosong |
Opening dulu…
Manusia sejatinya diciptakan
dengan berbagai macam karakter yang berbeda-beda satu sama lain. Karakter
heterogen ini lah yang menjadikan setiap manusia itu unik karena tiap orang punya
ciri khasnya masing-masing. Termasuk pola pikir berbeda, sudut pandang berbeda,
gaya hidup berbeda, cara menyikapi sesuatu berbeda, kebiasaan sehari-hari
berbeda dll.
Karena sejak awal aja sudah banyak yang berbeda, itu lah salah satu alasan kenapa akhirnya sering terjadi konflik satu sama lain, gak lain karena
ada yang gak satu pandangan dengan kita. Masih banyak orang yang belum bisa menoleransi perbedaan. Toh, kita juga gak bisa kan
memaksakan agar orang lain sepaham dengan apa yang kita pikirkan karena itu HAM
masing-masing orang dalam berpendapat asal gak diperpanjang dan dijadikan sebagai masalah besar. Bersikap menghargai aja lah, Habis slek-slek kecil ya udah kelar. Cukup tau aja, ternyata kalo
cara padang dia begini ya.. begitu ya.. gitu lho!
Meski aku tau, paling ya juga nyimpen
dongkol dihati. hehehe...
![]() |
| :) |
Pernah gak kalian memperhatikan
bagaimana cara orang yang kita ajak bicara merespon setiap perkataan yang kamu
ucapkan?
Ada yang nampak
seolah menyimak dengan baik dan serius tapi, ………..
1. pikirannya
sendiri juga lagi melayang entah kemana
2. Fokusnya
sibuk ke-HP
3. Gak
tau caranya merespon balik
4. Cuma
iya iya aja karena menghormati yang diajak bicara meski dalam hatinya sendiri ada
penolakan
5. Cuma
manggut-manggut aja kagak ngerti deh orang itu betul2 dengerin or kagak
6. Rasa-rasa
dicuekin karena gak kasih reaksi apa2 cuma diem aja,
7. Gak
“ngeh”, atau gak bisa betul-betul menangkep point-point yang kita singgung
8. Menyela
dan menyalahkan cara pandang kita, ini nih yang bikin kezel bgtz..
![]() |
| Uneg-uneg perempuan |
aku sebagai perempuan mungkin kodratnya sama kali ya kayak
perempuan-perempuan lainnya, gak bisa selamanya mendam sesuatu seorang diri
berlama-lama pasti pengen juga diceritain, berbagi uneg-uneg lah, namun gak
semua orang yang kita ajak berbagi cerita itu benar-benar bisa menangkap sinyal
emosi yang sama sesuai apa yang kita rasakan saat itu, bahkan orang tua atau
pacar pun gak akan pernah tau bagaimana cara kita dalam melihat dan memandang
sesuatu dan itu aku rasa sih lumrah ya dan sebaiknya kita bisa memaklumi hal
ini. Gak ada orang yang bener-bener bisa merasakan apa yang kita rasakan selama mereka gak
terlibat pada emosi yang sama, gak mudah loh untuk bisa membaca apa isi kepala orang karena gak semua orang terlahir indigo atau berlatar psikolog heheeee. Setidaknya ada yang mau dengarkan aja kita sudah syukur, seenggaknya bisa buat kita sedikit plong lah, jadi Maklumi aja :)
Tapi sejujur-jujurnya sih aku
juga bukan tipe orang yang gampang curhat ya keorang-orang terdekat, gak sembarang
orang yang aku mau ajak berbagi cerita. Dalam hidup aku lebih banyak
menempati posisi sebagai pendengar sih, aku berusaha untuk menjadi pendengar
yang baik meski pun masih banyak kekurangan
Cerita ini di ilhami dari hasil pengamatku melihat cara
orang-orang disekitarku dalam bersosialisasi.
![]() |
| thats my opinion |
Kesimpulannya adalah,
Cara berfikir dan cara tiap orang
dalam memandang sesuatu itu gak ada yang sama. Bagaimana pun kita gak bisa memaksakan
orang lain untuk peka dan memahami serta mengerti 100% isi kepala kita karena
itu KONYOL. Jangan terlalu berekpektasi pada orang lain guys, kadang tetap ada batasan-batasannya. Karena kalo hidup semua orang pikirannya seragam maka dunia ini akan monoton dan gak ada cerita guys. hahaha...






Comments
Post a Comment