![]() |
| bosan :( |
Banyak faktor yang membuat kita
jenuh bekerja, bisa dari beban pekerjaan yang tak berkesudahan, tidak cocok
dengan atasan, gampang cekcok sama rekan kerja atau yang paling lumrah dialami
karena suasana kantor yang tidak ada perubahan sama sekali alias monoton. Apa
kalian pernah mengalami rasa bosan sampai berada dilevel tertinggi dari
kejenuhan tersebut? Kalau Yes, berarti kamu tidak sendirian. Hampir semua orang
pernah mengalaminya, merasa jenuh sampai berada di titik tertinggi dalam bekerja
kadang membuat kita dilema antara mau lanjut apa tidak.
Disaat fikiran kita kalah dengan
rasa bosan dan terbesit ingin mengundurkan diri saja apakah konsekuensi
kedepannya sudah kamu pertimbangkan dengan matang? Apakah cicilan-cicilan mu sudah
lunas? Apa kamu sudah punya batu loncatan setelah resign nanti? Apa kamu punya
cukup simpanan kedepan untuk jaga-jaga selagi menunggu dapat pekerjaan baru?
atau apakah tabungan kamu sudah lebih dari cukup untuk memulai berwirausaha
sendiri. Kalau juga belum wah.. sebaiknya tunda dulu keputusan untuk resign. Namun
biasanya rasa bosan itu hadir hanya beberapa saat dalam hidupmu dan seiring
berjalannya waktu akan lewat dan perasaanmu akan kembali stabil. Kadang kamu
hanya butuh waktu saja untuk itu.
Satu hal yang perlu kita sadari,
mencari pekerjaan tidaklah semudah membalik telapak tangan. Semakin
bertambahnya usia peluang untuk mendapatkan pekerjaan semakin minim, tidakkah
kalian menyadarinya. Yah, memang benar semua rezeki itu sudah diatur oleh tuhan
kalau kita mau terus berdoa, berusaha dan optimis. Namun gak ada
salahnya kita juga melirik kerealita yang ada .
Setiap perusahaan memiliki
kriteria khusus dalam memilih calon pelamar dan yang paling umum diantaranya
status calon pelamar yang masih single alias belum menikah dan ada batasan usia
yang tidak lebih dari 28-30 tahun.
Aku pun juga sering membaca keluh
kesah para pencari kerja di sebuah akun grub medsos yang berfikir peluang kerja
hanya diperuntukan untuk kaula muda-mudi yang belum menikah dan mengatakan jika
mereka yang berkeluargalah yang lebih membutuhkan pekerjaan itu karena adanya
tanggungjawab yang lebih dominan untuk menghidupi keluarganya.
Tapi toh memang
begitu aturannya dan pasti perusahaan juga punya alasan sendiri kenapa lebih
memprioritaskan status lajang (belum menikah). Kalau kamu sadar akan hal ini,
tentunya kamu akan berfikir ulang untuk melepas pekerjaanmu yang sekarang dan
kamu bisa belajar menyesuaikan diri dengan mengubah cara berfikirmu.
Nah, berikut 5 tips semoga dapat
membantu.
1.
Ketahui
penyebab kebosanan dan coba komunikasikan
Tentunya kamu
yang lebih mengetahuinya karena kamu yang merasakan. Jika salah satunya karena
beban pekerjaanmu yang tidak sebanding dengan rekan yang lain cobalah untuk
komunikasikan pada atasan, mintalah solusi dan jalan terbaik darinya agar beban
kerja kamu bisa ringankan dan dibagi pada rekanmu yang lain. Sesekali kamu perlu tegas akan hal
ini. Begitupun bila kamu ada cekcok dengan sesama rekan kerja pastinya diantara
kalian akan merasa kesusahan sendiri jika ada keperluan satu sama lain kan? Maka
dari itu cukup redam egomu, sapa dia duluan dan minta maaflah meski kamu tidak
salah, mengalah bukan berarti kalah ya guys. Cekcok itu hal biasa dalam bekerja,
namun semua bisa diredam dengan tetap menjalin komunikasi satu sama lain.
2.
Atur
pernapasan kita disaat senggang untuk memberi efek tenang.
Tahukah kamu
jika dengan melakukan latihan pernapasan yang tepat dapat membuat dirimu rileks
secara singkat juga dapat mencapai perasaan tenang dan relaksasi serta
menjauhkan seseorang dari kondisi stres penyebab dari rasa bosan tersebut. Ada banyak
teknik pernapasan yang bisa kamu pelajari di internet dan bisa kamu coba lakukan
disela-sela waktu senggangmu dikala bekerja.
3. Rubah mind set kita
Otak kita
bekerja sesuai dengan apa yang kita pikirkan dan secara tidak langsung kita
sudah memerintahkan sesuatu keotak kita entah itu emosi yang positif atau negatif.
Segala macam emosi dalam dirimu hanya kamu yang dapat mengendalikannya bukan
orang lain. Sering-seringlah bertukar pikiran dengan orang yang positif karena
mereka akan menularkan kebiasaan baik kepadamu atau mengikuti training
yang berkaitan dengan cara merubah mind set untuk mendapatkan kebahagiaanmu sehingga kamu dapat menjalani hari-harimu dengan rasa nyaman atau
kamu juga bisa mempelajarinya sendiri dari internet, ada banyak sumber kok :).
4.
Menonton
film atau membaca artikel yang dapat memotivasi kita
Selepas pulang
kerja dan dalam keadaan santai cobalah luangkan
waktu untuk menonton film atau membaca artikel yang mengangkat tema motivasi dalam bekerja yang dapat membangkitkan semangat dan tentunya dapat memotivasi dirimu sendiri juga selain itu juga dapat membuatmu semakin bersyukur.
Toh kalau kita
sudah jadi pengangguran, pasti kamu sewaktu-waktu bisa kangen pada masa-masa
saat kerja dulu.
5.
Bersyukur
dan berfikir positif
Terakhir ini
adalah point utama dan yang paling penting yang juga merupakan kunci
kebahagiaan dalam hidup. Sudahkah kamu bersyukur atas hal-hal baik yang kamu
terima hari ini? Dengan bersyukur akan menciptakan fikiran yang positif dengan
sendirinya. Mungkin sekarang kamu sedang jenuh dengan pekerjaanmu dan merasa stres
karenanya namun pernahkan kamu membayangkan dan merasakan stresnya mereka yang
hingga saat ini belum juga mendapatkan pekerjaan. Stres kita masih dibayar
namun mereka sebaliknya. Bila kamu pernah membayangkan dan coba ikut merasakan berada diposisi mereka yang kurang beruntung dari kamu pasti akan membuatmu semakin bersyukur. Cobalah untuk memandang sesuatu bukan dari satu sisi saja.

Comments
Post a Comment